BEKASI, 10 Februari 2026 — Ratusan siswa-siswi SMAIT Nurul Fajri membuktikan bahwa kepanduan bukan sekadar teori di lapangan. Melalui program Gerakan Masjid Bersih (GEMASIH) yang dilaksanakan pada Selasa (10/2/2026), sebanyak 174 murid terjun langsung melakukan aksi bersih-bersih rumah ibadah di wilayah Cibitung dan sekitarnya.
Kegiatan yang dimotori oleh Dewan Ambalan KH. Noer Ali dan Nyi Rohmah ini terinspirasi dari sosok pahlawan lokal, KH. Noer Ali, yang dikenal gagah berani namun rendah hati dalam berkhidmat kepada masyarakat.
Mengabdi untuk Kenyamanan Umat
Latar belakang dari aksi sosial ini berakar pada sebuah kesadaran mendalam bahwa kenyamanan beribadah merupakan kunci kekhusyukan umat. Bagi para anggota Pramuka SMAIT Nurul Fajri, semboyan "Kebersihan adalah Sebagian dari Iman" bukanlah sekadar jargon, melainkan diwujudkan dalam implementasi nyata Dasa Darma kedua: Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Aksi ini membawa empat tujuan utama bagi siswa dan masyarakat:
- Mewujudkan Kenyamanan Ibadah: Memastikan jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan tenang di lingkungan yang asri serta terawat.
- Implementasi Dasa Darma: Membuktikan kebermanfaatan langsung Pramuka bagi lingkungan sosial.
- Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Membawa dampak positif dari kehadiran sekolah yang bisa dirasakan langsung oleh warga sekitar.
- Menanamkan Karakter Khidmah: Mengikis kesombongan dan melatih kerendahan hati serta rasa tanggung jawab anggota terhadap fasilitas umum dengan cara membersihkan rumah Allah.
Kronologi dan Titik Lokasi Pembersihan
Kegiatan GEMASIH dimulai tepat pukul 11.00 WIB, diawali dengan persiapan dan pembagian tugas di lapangan sekolah SMAIT Nurul Fajri. Para peserta kemudian berangkat secara tertib menuju lokasi masing-masing. Setibanya di sana, kegiatan diawali dengan penguatan spiritual melalui pelaksanaan salat Zuhur berjamaah bersama warga sekitar, sebagai bentuk adab dan penghormatan di rumah ibadah.
Puncak kegiatan berlangsung secara intensif selama 80 menit. Secara bahu-membahu, para siswa membersihkan area utama masjid, menyapu selasar, hingga memastikan tempat wudhu benar-benar terbebas dari lumut. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup pada pukul 14.00 WIB, dan peserta kembali ke sekolah dengan tertib.
Aksi nyata ini menyasar 11 masjid di sekitar lingkungan sekolah, yang meliputi:
- Masjid Riyadus Shalihin – Telaga Harapan
- Masjid Nurul Huda – Kirana Cibitung
- Masjid Al-Makmur – Selang Nangka
- Masjid Al Ikhlas – Kirana Cibitung
- Masjid Maul Jannah – Selang Cironggeng
- Masjid Raudhatul Jannah – Kirana Cibitung
- Masjid Al-Walidah – Metland Cibitung
- Masjid Al-Mukhim – Pesona Gading Cibitung 2
- Masjid Al Muhajirin – Telaga Harapan
- Masjid Ar Rahman – Villa Mutiara Jaya
- Masjid Al-Jihad – Selang Nangka
"Lelahnya Tidak Terasa"
Aksi fisik ini merupakan wujud integrasi nilai-nilai Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SAKO Pramuka SIT), yang mempertemukan ketangguhan karakter Pramuka dengan kelembutan hati seorang Muslim yang peduli akan kebersihan masjid.
Pradani Ambalan, Arum Meylina Putry, menceritakan antusiasme rekan-rekannya saat turun ke lapangan. "Lelahnya tidak terasa karena kami melakukannya bersama-sama," ungkapnya.
"Ada kepuasan tersendiri saat melihat lantai masjid kembali mengkilap dan tempat wudhu jadi bersih. Tujuan kami sederhana, yaitu ingin warga yang salat di sini merasa lebih nyaman. Ini adalah cara kecil kami berterima kasih kepada lingkungan sekitar sekolah yang selama ini sudah menjadi bagian dari ruang tumbuh kami," tambah Arum.
Selain memastikan rumah ibadah bersinar dan nyaman bagi siapa saja, pihak ambalan juga terus berupaya memilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan durasi anggota, di mana program seperti "Pramuka Mengajar" turut menjadi salah satu kegiatan yang paling disukai karena mampu menghadirkan interaksi langsung yang hangat dengan warga sekitar.
Najwa Naura Syifana
Kerani/Sekretaris
Dewan Ambalan Kh. Noer Ali dan Nyi Rohmah
Gudep 08127-08128
Pangkalan SMAIT Nurul Fajri
.JPG%20-%20Naura%20Syifana.jpeg)
Posting Komentar