KEPULAUAN RIAU – Satuan Komunitas Pramuka Sekolah Islam Terpadu (SAKO SIT) wilayah Kepulauan Riau menyelenggarakan pertemuan virtual untuk menyosialisasikan agenda Mudzakarah Pelatih dan Pembina Pramuka Tingkat Nasional (MP3) SAKO SIT. Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang konsolidasi untuk menyelaraskan strategi pembinaan kepramukaan di lingkungan Sekolah Islam Terpadu agar tidak melenceng dari jati diri aslinya.
Dalam pemaparannya, Kak Aris
sebagai narasumber utama menyoroti berbagai keluhan klasik yang kerap dialami
para pembina pramuka di lapangan, seperti kebingungan dalam meracik kegiatan
dan keluhan cuaca panas saat kegiatan luar ruangan
Pendekatan
ini terbukti membuahkan hasil manis di wilayah Kepulauan Riau. Moderator acara, Kak
Heryandi, mengonfirmasi bahwa SAKO SIT Kepri telah berhasil meloloskan 11
peserta didik untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas), sebuah agenda dengan
persaingan seleksi yang sangat ketat
Menyongsong
MP3N dan Kemah Ukhuwah Tingkat Nasional ke-6 SAKO SIT
Sebagai wadah
peningkatan kapasitas para pembina dan pelatih, SAKO SIT bersiap menggelar MP3N
yang kedua kalinya
Terdapat empat tujuan
utama dari penyelenggaraan MP3N
- Silaturahim Nasional: Membangun pertemanan baru antar sesama ikhwah pembina SIT di
seluruh Indonesia
. - Konsolidasi Strategis: Menyatukan langkah untuk menghadapi berbagai agenda besar,
seperti Kemah Ukhuwah Nasional (Kemnas) ke-6 di Cibubur yang menargetkan 20.000
peserta, serta agenda internasional seperti Print Malaysia dan kegiatan di
Thailand hingga Polandia
. - Kembali ke Asholah: Mengembalikan pendidikan pramuka pada nilai sejati dan
menghindari praktik yang terlalu fokus pada unsur kemiliteran serta lomba
baris-berbaris yang justru kerap mengabaikan pendidikan karakter sejati
. Kak Aris mencontohkan pengalamannya di Jambore Dunia di Korea, di mana kedisiplinan tinggi ditanamkan murni lewat budaya antre dan ketepatan waktu. Arah pendidikan kepramukaan harus sesuai dengan ajaran Baden Powell dengan tetap menanamkan nilai spiritual yang mendalam sesuai ciri khas SIT . - Standarisasi Pemahaman: Menyamakan persepsi mengenai prinsip dan metode Pramuka SIT agar
selaras dengan nilai-nilai Sekolah Islam Terpadu
.
Terkait dengan
standarisasi, salah seorang pembina dari SDIT Mutiara Insani Batam,
menyampaikan aspirasinya dalam sesi tanya jawab
Pertemuan
hangat yang berlangsung hingga malam hari ini akhirnya ditutup oleh Kak Heryadi
selaku MC. Dengan ciri khas budaya
lokal Melayu, ia menutup sesi tersebut menggunakan tradisi saling melempar
pantun, menegaskan kekayaan budaya yang melekat erat pada masyarakat Kepulauan
Riau

إرسال تعليق